Sampang – Dewan Energi Mahasiswa Madura (DEM Madura) melaksanakan Company Visit ke Fuel Terminal Pertamina Camplong pada 28 April 2026 sebagai upaya memperluas pemahaman mahasiswa mengenai rantai pasok energi nasional, khususnya keterkaitan antara sektor hulu dan hilir industri minyak dan gas bumi.
Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk melihat secara langsung proses pengelolaan bahan bakar minyak (BBM) setelah diproduksikan dari lapangan migas hingga siap didistribusikan kepada masyarakat. Bagi mahasiswa yang selama ini lebih banyak mempelajari aspek eksplorasi dan produksi, kunjungan tersebut menjadi sarana untuk memahami peran penting sektor hilir dalam menjaga keberlangsungan pasokan energi.
Dalam sesi diskusi bersama pekerja Fuel Terminal Pertamina Camplong, peserta memperoleh penjelasan mengenai fungsi terminal sebagai fasilitas penerimaan, penyimpanan, dan penyaluran BBM. Fasilitas ini menjadi salah satu mata rantai penting dalam sistem distribusi energi nasional karena memastikan produk yang telah dihasilkan dari sektor hulu dapat tersalurkan secara aman dan tepat waktu kepada konsumen.
Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai proses penerimaan BBM yang dikirim menggunakan kapal tanker dari Surabaya menuju Camplong. Setelah kapal bersandar di dermaga, produk dipindahkan melalui fasilitas jetty dan jaringan perpipaan menuju tangki penyimpanan yang telah disiapkan sesuai standar operasional dan keselamatan.
Selain memahami proses penyimpanan, peserta diajak mengenal sistem pengendalian operasional yang diterapkan di fuel terminal. Berbagai parameter seperti tekanan selama proses transfer produk terus dipantau untuk memastikan operasional berjalan aman dan sesuai prosedur.
Aspek kualitas produk turut menjadi perhatian utama. Sebelum didistribusikan, BBM terlebih dahulu melalui serangkaian pengujian guna memastikan spesifikasi produk tetap terjaga. Pengujian tersebut meliputi pemeriksaan flash point, densitas, hingga kondisi visual produk untuk mendeteksi kemungkinan adanya kontaminasi atau perubahan kualitas.
Setelah memenuhi standar yang ditetapkan, BBM kemudian disalurkan ke mobil tangki melalui sistem metering yang berfungsi mengukur volume produk secara akurat. Proses distribusi didukung oleh armada mobil tangki yang dipantau menggunakan sistem GPS guna menjamin keamanan dan ketepatan pengiriman.
Sebagai salah satu simpul distribusi energi di Madura, Fuel Terminal Pertamina Camplong memiliki peran penting dalam memastikan pasokan BBM tetap tersedia dan terdistribusi dengan baik ke berbagai wilayah. Melalui sistem distribusi yang terintegrasi, terminal ini mendukung kebutuhan energi masyarakat, sektor usaha, hingga aktivitas perikanan yang menjadi salah satu penopang ekonomi daerah.
Peran tersebut menunjukkan bahwa ketahanan energi tidak hanya bergantung pada keberhasilan produksi migas di sektor hulu, tetapi juga pada keandalan infrastruktur penyimpanan dan distribusi yang mampu menyalurkan energi hingga ke tangan masyarakat.
Melalui kunjungan ini, peserta memperoleh pemahaman yang lebih utuh mengenai keterkaitan antara sektor hulu dan hilir migas. DEM Madura berharap kegiatan tersebut dapat memperluas wawasan mahasiswa sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan energi yang berkelanjutan dalam mendukung ketahanan energi nasional di masa depan.
Penulisa Fatma