Transisi energi menjadi salah satu agenda strategis Indonesia dalam menghadapi perubahan iklim dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Namun, upaya pelestarian Energi Baru Terbarukan (EBT) masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ketergantungan terhadap batu bara dan minyak bumi, rendahnya investasi energi terbarukan, hingga keterbatasan akses energi di sejumlah daerah. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan transisi energi tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Dalam konteks tersebut, keadilan energi menjadi aspek yang sangat penting. Transisi energi harus mampu memastikan setiap masyarakat memperoleh akses yang setara terhadap energi yang bersih, terjangkau, dan berkelanjutan. Tanpa prinsip keadilan, transisi energi berisiko menciptakan kesenjangan baru antara wilayah maju dan daerah yang masih tertinggal dalam pembangunan energi.
Madura memiliki potensi besar untuk mendukung agenda transisi energi nasional. Wilayah ini memiliki sumber daya energi terbarukan yang berlimpah, terutama energi surya dan energi angin. Potensi tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kemandirian energi daerah sekaligus mendukung pencapaian target energi nasional. Namun pemanfaatannya masih menghadapi berbagai kendala, seperti rendahnya literasi energi masyarakat, terbatasnya infrastruktur, dan minimnya partisipasi generasi muda dalam sektor energi.
Di tengah tantangan tersebut, pemuda Madura memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Pemuda dapat menjadi penggerak edukasi masyarakat mengenai pentingnya energi bersih dan efisiensi energi. Melalui organisasi kepemudaan, komunitas sosial, serta pemanfaatan media digital, pemuda dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap manfaat energi terbarukan dan pentingnya menjaga lingkungan.
Selain itu, pemuda Madura juga dapat berkontribusi melalui inovasi berbasis potensi lokal. Potensi energi surya dan angin dapat dikembangkan menjadi berbagai solusi sederhana yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, seperti penerangan desa, pompa air pertanian, hingga penyediaan listrik bagi usaha mikro. Inovasi tersebut tidak hanya mendukung transisi energi, tetapi juga memperkuat ketahanan dan kemandirian energi daerah.
Kontribusi lainnya dapat diwujudkan melalui pengembangan kewirausahaan hijau. Pemuda dapat menciptakan usaha yang bergerak di bidang energi terbarukan, seperti pemasangan panel surya, hingga pengembangan teknologi hemat energi. Langkah ini tidak hanya membuka lapangan pekerjaan baru, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih berkelanjutan.
Pemuda juga memiliki peran penting dalam mewujudkan desa mandiri energi. Dengan memanfaatkan potensi energi lokal dan melibatkan partisipasi masyarakat, desa dapat memenuhi sebagian kebutuhan energinya secara mandiri. Program ini tidak hanya meningkatkan akses energi, tetapi juga memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan energi berbasis komunitas.
Agar peran tersebut berjalan optimal, diperlukan dukungan dari berbagai pihak. Pemerintah, perguruan tinggi, sektor swasta, dan masyarakat perlu berkolaborasi dalam meningkatkan kapasitas pemuda melalui pendidikan, pelatihan, pendampingan, serta akses terhadap teknologi dan pendanaan. Dalam hal ini, perusahaan dibawah naungan negara atau swasta dapat menjadi mitra strategis yang mendukung pengembangan kompetensi pemuda melalui program pemberdayaan, inovasi, dan pengembangan energi berkelanjutan.
Pada akhirnya, transisi energi yang berkeadilan tidak hanya bergantung pada kebijakan dan teknologi, tetapi juga pada keterlibatan aktif generasi muda. Dengan potensi energi terbarukan yang dimiliki Madura serta semangat inovasi yang dimiliki pemudanya, transisi energi dapat menjadi sarana untuk mewujudkan pemerataan akses energi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat ketahanan energi nasional. Pemuda Madura memiliki peluang besar untuk menjadi pelopor perubahan menuju Indonesia yang lebih mandiri, berkelanjutan, dan berkeadilan energi.
Penulis : Ainorrohman
Deputi : Hukum Energi DEM MADURA