KABAR TERKINI

HMI CABANG SAMPANG PERTANYAKAN PERUBAHAN RUNDOWN FORUM HILIR MIGAS, DUKUNG SIKAP DEM MADURA

HMI CABANG SAMPANG PERTANYAKAN PERUBAHAN RUNDOWN FORUM HILIR MIGAS, DUKUNG SIKAP DEM MADURA

Sampang — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sampang menyatakan dukungan terhadap sikap Dewan Energi Mahasiswa Madura (DEM Madura) terkait persoalan yang terjadi dalam pelaksanaan Forum Hilir Migas di Madura.           
                                        
Ketua Umum HMI Cabang Sampang, Nur Hasim, menilai persoalan perubahan rundown yang berdampak pada tidak diberikannya ruang sambutan kepada Presiden DEM Madura perlu mendapatkan penjelasan secara terbuka dari BPH Migas.

Menurut Nur Hasim, persoalan tersebut tidak semestinya dipandang sebatas perubahan teknis acara. Sebab, berdasarkan informasi yang disampaikan DEM Madura, susunan acara sebelumnya telah dibahas dan disepakati melalui proses meeting.

“Kalau memang sudah ada kesepakatan dalam meeting, kemudian beberapa jam sebelum kegiatan justru terjadi perubahan yang menghilangkan ruang sambutan dan peran DEM Madura, tentu ini perlu dijelaskan secara terbuka. Publik berhak tahu, apa alasan perubahan tersebut dan siapa yang mengambil keputusan,” ujar Nur Hasim.


Nur Hasim mempertanyakan sejumlah hal kepada BPH Migas.
“Siapa yang memutuskan perubahan rundown tersebut? Atas dasar apa ruang sambutan Presiden DEM Madura yang sebelumnya telah disepakati kemudian dihilangkan? Apakah perubahan itu sudah dikomunikasikan dan disetujui oleh DEM Madura sebagai pihak yang mengajukan dan menjadi pelaksana utama kegiatan?” tegasnya.
Ia juga mempertanyakan alasan perubahan dilakukan dalam waktu yang sangat dekat dengan pelaksanaan kegiatan.
“Kalau memang ada alasan teknis, protokoler, atau pertimbangan lain, kenapa tidak dikomunikasikan sejak awal? Kenapa justru beberapa jam sebelum acara berlangsung? Ini yang harus dijelaskan,” kata Nur Hasim.


Menurutnya, hubungan kemitraan dalam sebuah kegiatan harus dibangun berdasarkan komunikasi dan penghormatan terhadap kesepakatan yang telah dibuat.
“Jangan sampai ketika kegiatan sudah berjalan, pihak yang sejak awal mengajukan, berproses, dan ikut memastikan kegiatan terlaksana justru kehilangan ruang dan perannya. Kalau ada perubahan, sampaikan dan komunikasikan. Jangan mengambil keputusan secara sepihak,” ujarnya.
Nur Hasim menegaskan bahwa HMI Cabang Sampang mendukung DEM Madura untuk mendapatkan klarifikasi dan pertanggungjawaban atas persoalan tersebut.


“Kami mendukung DEM Madura untuk meminta kejelasan. Ini bukan hanya persoalan siapa yang mendapatkan kesempatan berbicara di atas panggung, tetapi menyangkut bagaimana sebuah kesepakatan dan kontribusi sebuah organisasi dihargai,” tegasnya.
Ia meminta BPH Migas memberikan penjelasan secara terbuka agar persoalan tersebut tidak berkembang menjadi polemik yang lebih luas.


“Pertanyaan kami sederhana: siapa yang mengubah kesepakatan, mengapa ruang DEM Madura dihilangkan, dan siapa yang bertanggung jawab atas keputusan tersebut? Kami meminta BPH Migas menjawabnya secara terbuka dan profesional,” pungkas Nur Hasim.


HMI Cabang Sampang berharap persoalan tersebut dapat segera diselesaikan melalui komunikasi yang terbuka dan bertanggung jawab dengan tetap menghormati posisi serta peran masing-masing pihak.
 

Bagikan berita ini: