Jakarta – Gerakan Dewan Energi Mahasiswa (DEM) Madura menggelar audiensi dengan Anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Slamet Ariyadi, pada Jumat (23/1/2026) di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta.
Dalam audiensi tersebut, DEM Madura menyoroti pentingnya keadilan dalam pengelolaan energi sektor minyak dan gas bumi (migas), khususnya bagi daerah penghasil yang berada di wilayah Madura.
Presiden DEM Madura, Abd. Syakur, menyampaikan bahwa besarnya kontribusi sumber daya alam (SDA) sektor energi, terutama minyak bumi dan gas alam di Madura, belum berbanding lurus dengan tingkat kesejahteraan masyarakat setempat.
“Potensi migas di Madura sangat besar. Namun, yang perlu terus dikawal adalah bagaimana pengelolaan minyak dan gas bumi (migas), termasuk peran Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), benar-benar mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat daerah,” ujar Syakur.
Ia juga menyoroti keberadaan sepuluh kontraktor migas yang beroperasi di wilayah Madura dan sekitarnya. Menurutnya, sektor migas tidak semestinya hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga harus mendorong kemajuan daerah melalui keterlibatan tenaga kerja lokal, penguatan ekonomi masyarakat, serta pembangunan yang berkelanjutan.
Selain itu, DEM Madura mendorong pengembangan sumber daya manusia (SDM) agar generasi muda daerah memiliki akses dan kompetensi yang memadai di sektor energi yang strategis. Salah satu usulan yang disampaikan adalah penyediaan program beasiswa pendidikan bagi putra-putri Madura untuk menempuh pendidikan di bidang perminyakan dan energi, termasuk di lembaga pendidikan vokasi migas.
Menanggapi aspirasi tersebut, Slamet Ariyadi menyambut baik inisiatif mahasiswa dalam mengawal tata kelola energi di Madura.
“Keterlibatan mahasiswa dalam mengawal sektor energi menunjukkan peran mereka sebagai agent of change (agen perubahan). Pengelolaan energi harus melibatkan partisipasi masyarakat lokal dan berbasis pada potensi daerah guna mewujudkan kemandirian ekonomi,” kata Slamet.
Legislator muda asal Madura itu juga menegaskan komitmennya untuk menyampaikan serta mengawal aspirasi tersebut kepada para pemangku kepentingan di sektor energi agar kontribusi industri migas terhadap pemberdayaan masyarakat semakin optimal.
“Saya sangat mendukung gerakan mahasiswa ini. Saya berkomitmen untuk menyampaikan dan mengawal aspirasi tersebut kepada pihak-pihak terkait dalam pengelolaan migas di wilayah Madura. Aspirasi mahasiswa merupakan masukan yang lahir dari analisis, kajian yang mendalam, serta pertimbangan yang terukur,” pungkasnya.